Vol. 1 No. 02 (2023): Edisi Juli - Desember
Articles
-
Determination of Optimal Sand Material selection for Sand moulding using DMAIC Method Indonesia
Abstract View: 474 PDF Download: 517Companies must be able to adapt to internal and external challenges both in terms of business and non-business, as in the current situation there is a Covid-19 pandemic effect. The state of the company is in the state of Covid-19 pandemic, i.e. the company must save on existing processes and materials. One of the materials used in the casting process is RCS (Resin Coated Sand) which is used as a sand mould. In this study, the study of casting companies using RCS materials was taken with the aim of finding the optimal solution in material costs and defects that occur in the motorcycle casting process. By using the direct field observation brainstorming method with the DMAIC method approach it is hoped to identify problems and find optimal solutions for the purpose or target of the company. analysis that the search for alternative materials that can reduce the process defect ratio and correlate with RCS recycling process so that although alternative material prices are more expensive than initial production materials, reduced defect ratios and overall material costs can be considered, there are benefits so that alternative material options can be selected. From the testing of the material, it is found that the defect of the casting product is reduced from the previous condition, i.e. for the defect on average around 1% to 0% and the overall price of the material is the same
-
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada UMKM Bakso Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Re Order Point (ROP)
Abstract View: 1378 PDF Download: 1118Pada dasarnya pengendalian persediaan bahan baku merupakan hal yang wajib ada dalam tiap perusahaan. Tanpa adanya pengendalian persediaan bahan baku yang optimal dalam proses produksi, jika membeli terlalu sedikit dapat menyebabkan kerugian karena tidak dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan berpengaruh terhadap keuntungan yang diperoleh. Sedangkan, jika membeli terlalu banyak maka akan membuat perusahaan rugi dan juga berpengaruh kepada keuntungan yang diperoleh. UMKM Bakso XYZ merupakan sebuah warung makan yang sudah bergerak dari tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang digunakan dan jumlah persediaan bahan baku daging sapi yang optimal di UMKM Bakso XYZ. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa UMKM Bakso XYZ masih menggunakan metode konvensional atau manual dalam mengatur pengendalian persediaan bahan baku. Sehingga, manajemen pengendalian tersebut masih belum optimal dan memiliki total biaya persediaan yang tinggi. Warung Bakso XYZ mengatur persediaan bahan baku dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Re Order Point (ROP). Jumlah kuantitas pemesanan bahan baku daging sapi yang optimal adalah sebesar 4 kg, dengan frekuensi pemesanan sebanyak 22 kali dalam 6 bulan.
-
Application of Failure Mode and Effect Analysis and Reliability Centered Maintenance in Preventive Maintenance of Vehicle Application of Failure Mode and Effect Analysis and Reliability Centered Maintenance in Preventive Maintenance of Vehicle
Abstract View: 985 PDF Download: 899Sistem bahan bakar merupakan sistem yang cukup krusial bagi suatu kendaraan. Kerusakan pada salah satu komponennya dapat menyebabkan mesin tidak dapat beroperasional sebagaimana sistem operasionalnya mengingat fungsinya yang sangat penting pada kendaraan. Resiko kerusakan pada sistem bahan bakar dapat diminimalkan dengan menganalisa potensi kerusakan yang akan terjadi serta melakukan penjadwalan perawatan terhadap komponen yang ada. Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) serta Reliability Centered Maintenance (RCM) dapat dikombinasikan guna menentukan komponen yang diprioritaskan untuk diperbaiki dalam jadwal perbaikan sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak kerusakan yang terjadi secara berulang. Hasil penelitian melaporkan bahwa pompa distribusi dan penyaring bahan bakar diprioritaskan dalam tindakan perbaikan sistem bahan bakar. Tindakan perawatan yang dapat dilakukan terhadap pompa distribusi dan penyaring bahan bakar adalah dengan melakukan tindakan pencegahan kerusakan melalui identifikasi sistem bahan bakar dan langsung melakukan perbaikan atau penggantian komponen jika ditemukan sebuah kerusakan. Rekomendasi yang diberikan terkait jadwal pemeriksaan yang dilakukan secara berkala terhadap pompa distribusi bahan bakar adalah setiap 180 hari sedangkan penyaring bahan bakar setiap 120 hari sehingga konsep perawatan berkala pada sistem bahan bakar mobil dapat terealisasi.
-
Pendekatan NBM dan RULA Dalam Mengukur Postur Kerja Juru Las
Abstract View: 527 PDF Download: 884Penelitian di bengkel Las SZ dilatar belakangi oleh kondisi postur atau sikap kerja di bengkel las Zafran Steel kurang nyaman bagi karyawan. Sering kali karyawan bekerja dengan posisi membungkuk ataupun jongkok, hal ini yang menyebabkan terjadinya keluhan Musculoskeletal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keluhan karyawan, menghitung skor postur kerja, dan memberikan suatu usulan perbaikan postur kerja yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment) untuk menghitung dan menganalisis postur tubuh bagian atas manusia.. Dalam penelitian ini yang diteliti adalah pada proses pemotongan benda kerja. Hasil penelitian mendapatkan bahwa ada keluhan yang memiliki resiko terjadinya cidera pada otot yaitu bagian punggung, leher bagian atas, dan pergelangan tangan kanan. Hasil analisis pada postur kerja dalam proses pemotongan benda kerja diperoleh skor RULA yaitu 6. Skor tersebut menandakan bahwa pada proses pemotongan benda kerja mempunyai level resiko yang sedang.
-
Implementasi Jobload Analysis Menggunakan Metode Full Time Equivalent (FTE) Untuk Menentukan Kebutuhan Tenaga Kerja (Study kasus Perusahaan pertambangan di kota Palembang)
Abstract View: 728 PDF Download: 613Optimalisasi dalam setiap Perusahaan meruapakan sesuatu yang harus dilakukan yang salah satunya adalah optimalisasi dalam kebutuhan operator dalam kegiatan operasioanl Perusahaan [1]. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan dalam penentuan kebutuhan operator dengan mengusulkan suatu pendekatan yang lebih terperinci menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE) untuk mengukur job load. Meskipun FTE telah menjadi alat yang umum digunakan dalam mengukur kebutuhan tenaga kerja, penerapannya sering kali dihadapi oleh kompleksitas kontekstual yang sulit diintegrasikan dengan faktor-faktor variabel dalam dunia operasional dalam pertambangan. Dari hasil penelitian didapatkan hasil Beban kerja yang terdapat pada PT. Bukit Asam Tbk Unit Dermaga Kertapati satuan kerja umum. Beban kerja supervisor layanan umum 177 %, admin layanan umum 62 %, supervisor balitas 474 %, supervisor layanan mess & griya 183 %, admin layanan mess & griya 103%, supervisor gudang 179% dan admin gudang 248 %.





