Vol. 3 No. 02 (2025): Edisi Juli - Desember
Articles
-
Lean Six Sigma in Supply Chain Management: A Systematic Literature Review of Research Trends and Performance Impacts (2020–2025)
Abstract View: 193 PDF Download: 170Penelitian ini menyajikan hasil kajian literatur secara sistematis mengenai penerapan Lean Six Sigma (LSS) dalam konteks Supply Chain Management (SCM) selama periode 2020–2025. Novelty studi ini terletak pada pemetaan terstruktur tren penelitian LSS yang secara spesifik difokuskan pada fungsi dan kinerja rantai pasok, bukan hanya pada konteks manufaktur. Permasalahan utama yang diidentifikasi belum adanya studi LSS–SCM pada berbagai fungsi dan pendekatan, sehingga belum memberikan gambaran komprehensif mengenai kontribusi LSS terhadap kinerja rantai pasok secara end-to-end. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel jurnal bereputasi (Q1 dan Q2) yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan LSS dalam SCM didominasi oleh perbaikan kinerja operasional, seperti pengurangan biaya, lead time, dan peningkatan keandalan pengiriman, terutama pada fungsi logistik dan pergudangan. Namun, integrasi LSS pada perspektif rantai pasok secara holistik masih terbatas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan kerangka Lean Six Sigma yang bersifat sistemik, terintegrasi, dan mempertimbangkan ketahanan rantai pasok serta faktor manusia.
-
Dampak Gaya Kepemimpinan dan Komunikasi Internal terhadap Kinerja Karyawan dengan Peran Mediasi Kepuasan Kerja
Abstract View: 162 PDF Download: 143Abstrak (Bahasa Indonesia)
Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh gaya kepemimpinan dan komunikasi internal terhadap kinerja karyawan, dengan kepuasan kerja berperan sebagai variabel mediasi. Masalah utama yang dikaji adalah rendahnya produktivitas tenaga kerja, yang diperkirakan disebabkan oleh kepemimpinan yang kurang efektif serta komunikasi organisasi yang belum optimal. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan analisis jalur, studi ini memetakan hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel utama. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang dibagikan kepada karyawan sebuah perusahaan industri, lalu dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik untuk memperoleh hasil yang valid.Temuan dari penelitian ini memperlihatkan bahwa gaya kepemimpinan dan komunikasi internal tidak hanya berdampak langsung pada kinerja, tetapi juga berkontribusi secara tidak langsung melalui peningkatan kepuasan kerja. Kepuasan kerja dalam hal ini berfungsi sebagai penghubung psikologis antara praktik manajerial dan hasil kerja individu. Implikasi praktis dari studi ini menekankan pentingnya strategi kepemimpinan yang adaptif dan komunikasi yang terbuka untuk memperkuat pengelolaan SDM secara menyeluruh.
Abstract (English)
This study examines how leadership style and internal communication influence employee performance, with job satisfaction acting as a mediating factor. The research addresses concerns over low employee productivity, which is suspected to stem from ineffective leadership and poor communication practices within organizations. Applying a quantitative approach and path analysis, the study explores both direct and indirect connections among key variables. Data were gathered through structured questionnaires administered to employees at an industrial company and analyzed using statistical tools to ensure data accuracy. Findings suggest that leadership style and internal communication significantly affect employee performance both directly and indirectly by improving job satisfaction. In this model, job satisfaction serves as a psychological connector between managerial actions and individual outcomes. The study offers practical insights for corporate decision-makers, emphasizing the need for more responsive leadership and effective internal communication to optimize human resource management.
-
Total Productive Maintenance dan Fishbone Diagram dalam Mengidentifikasi Penyebab Kegagalan Membrane Permeate Incinerator (MPI): Studi Kasus di PT XYZ
Abstract View: 79 PDF Download: 115PT XYZ merupakan unit bisnis strategis dalam eksplorasi dan produksi migas di Jawa Timur, dengan operasi yang harus efisien, aman, dan berkelanjutan. Salah satu komponen kritis adalah Membrane Permeate Incinerator (MPI), yang berfungsi menghancurkan sisa hidrokarbon sebelum dilepas ke atmosfer. MPI sering mengalami gangguan operasional dengan downtime 15% dan MTBF 1.200 jam, lebih rendah dari standar industri 2.000 jam, serta biaya perawatan tinggi dan risiko pelanggaran regulasi. Untuk mengatasi hal ini, Total Productive Maintenance (TPM) dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) diterapkan untuk mengidentifikasi akar penyebab dan menyusun strategi perawatan yang lebih efektif, termasuk predictive maintenance pada komponen berisiko tinggi.
-
The Optimalisasi Produksi UMKM Tas Menggunakan Metode Heijunka dan SMED
Abstract View: 124 PDF Download: 124UMKM produsen tas menghadapi tantangan dalam proses produksi seperti waktu setup yang lama, ketidakseimbangan beban kerja, dan penumpukan persediaan, yang menurunkan efisiensi dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan proses produksi dengan menerapkan metode Heijunka dan Single Minute Exchange of Dies (SMED) sebagai bagian dari pendekatan Lean Manufacturing. Analisis dilakukan secara kuantitatif berdasarkan data aktual produksi tiga jenis tas selama 27 hari kerja dengan 13 tenaga kerja dan waktu kerja 8 jam per hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Heijunka mampu meratakan variasi produksi menjadi kombinasi harian 30 unit Tas A, 33 unit Tas B, dan 14 unit Tas C sehingga aliran kerja lebih stabil dan overproduction dapat ditekan. Penerapan SMED berhasil mengurangi waktu setup dari 1.560 menit menjadi 327,6 menit per bulan atau efisiensi sebesar 79%, serta menurunkan nilai utilisasi dari 105,36% menjadi 102,6%. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi metode Heijunka dan SMED efektif meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, dan stabilitas proses produksi UMKM tas tanpa memerlukan investasi besar, serta membantu perusahaan memenuhi permintaan pelanggan secara tepat waktu.
Kata Kunci:
Heijunka, SMED, Lean Manufacturing, Efisiensi Produksi, Produktifitas, UMKM tas
-
Pendekatan OEE dan Fuzzy FMEA untuk Evaluasi Kinerja dan Analisis Risiko Membrane Permeat Incinerator (Studi Kasus: PT XYZ)
Abstract View: 105 PDF Download: 97Membrane Permeate Incinerator (MPI) merupakan unit penting dalam menampung gas yang berfungsi memastikan emisi buang memenuhi standar lingkungan. Gangguan operasi pada unit ini dapat menyebabkan downtime dan menurunkan efisiensi produksi. Penelitian ini menghasilkan tujuan kinerja MPI serta mengidentifikasi potensi kegagalan yang menghalanginya. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) digunakan untuk menilai kinerja melalui indikator ketersediaan , tingkat kinerja , dan kinerja , sedangkan analisis risiko dilakukan menggunakan Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis ( Fuzzy FMEA) untuk meminimalkan penilaian subjektivitas dan menentukan prioritas kegagalan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi downtime . Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE berada di bawah standar kelas dunia karena rendahnya ketersediaan dan tingkat kinerja. Analisis Fuzzy FMEA mengidentifikasi kegagalan kritis pada sistem pembakaran dan penutupan termal yang berdampak pada penurunan kualitas. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan pemeliharaan preventif dan penguatan sistem pemantauan untuk mendukung efektivitas dan keinginan operasi MPI.





