Pendekatan OEE dan Fuzzy FMEA untuk Evaluasi Kinerja dan Analisis Risiko Membrane Permeat Incinerator (Studi Kasus: PT XYZ)
Abstract
Membrane Permeate Incinerator (MPI) merupakan unit penting dalam menampung gas yang berfungsi memastikan emisi buang memenuhi standar lingkungan. Gangguan operasi pada unit ini dapat menyebabkan downtime dan menurunkan efisiensi produksi. Penelitian ini menghasilkan tujuan kinerja MPI serta mengidentifikasi potensi kegagalan yang menghalanginya. Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) digunakan untuk menilai kinerja melalui indikator ketersediaan , tingkat kinerja , dan kinerja , sedangkan analisis risiko dilakukan menggunakan Fuzzy Failure Mode and Effect Analysis ( Fuzzy FMEA) untuk meminimalkan penilaian subjektivitas dan menentukan prioritas kegagalan. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi downtime . Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai OEE berada di bawah standar kelas dunia karena rendahnya ketersediaan dan tingkat kinerja. Analisis Fuzzy FMEA mengidentifikasi kegagalan kritis pada sistem pembakaran dan penutupan termal yang berdampak pada penurunan kualitas. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan pemeliharaan preventif dan penguatan sistem pemantauan untuk mendukung efektivitas dan keinginan operasi MPI.





