Vol. 2 No. 02 (2024): Edisi Juli - Desember
Articles
-
Penerapan Metode ROC dan SAW pada Pemilihan Daily Transportation
Abstract View: 395 PDF Download: 349Transportasi memainkan peran krusial dalam menghubungkan pusat-pusat aktivitas dan pelayanan, serta memfasilitasi pertumbuhan ekonomi, sosial, dan mobilitas di suatu wilayah. Pemilihan moda transportasi yang tepat menjadi kunci untuk mengoptimalkan biaya dan meningkatkan efisiensi dalam kehidupan sehari-hari. Studi kasus ini mengambil contoh Sarah, seorang pekerja kantor di Surabaya, yang mencari cara untuk mengurangi biaya transportasi tanpa mengorbankan kenyamanan dan efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi opsi transportasi yang tersedia menggunakan metode ROC (Rank Order Centroid) dan SAW (Simple Additive Weighting). Metode ROC digunakan untuk memberikan bobot pada kriteria berdasarkan prioritas relatif, sementara SAW digunakan untuk menghitung skor akhir setiap alternatif berdasarkan bobot yang telah ditetapkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sepeda motor adalah pilihan terbaik berdasarkan kedua metode, dengan keunggulan dalam biaya operasional harian. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan ROC dan SAW dapat memberikan pemahaman yang lebih baik dalam mendukung keputusan pemilihan transportasi yang efisien dan efektif.
-
Analisis Reject Product Teh Cup dengan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis dan Diagram Fishbone
Abstract View: 589 PDF Download: 479Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab dan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap reject product pada produksi Teh Cup yang mencapai 10,37% dalam 10 hari pengamatan dari total produksi sebesar 3,9 juta unit. Metode Fault Tree Analysis (FTA) digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab dari permasalahan, sementara Diagram Fishbone diterapkan untuk memetakan faktor-faktor penyumbang cacat secara sistematis. Hasil analisis mengungkapkan lima jenis cacat utama, yaitu: bridge putus, deform, terlipat, tutup miring, dan nangkring. Faktor-faktor penyebab utama mencakup ketidaksesuaian pada pengaturan suhu mesin, kurangnya pemahaman operator terhadap instruksi kerja, dan minimnya pelatihan terkait keterampilan teknis karyawan. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan perbaikan sistem pengaturan suhu mesin untuk memastikan stabilitas proses, penguatan pemahaman operator terhadap prosedur kerja melalui pelatihan rutin, serta pelaksanaan program pelatihan teknis bagi karyawan. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat mengurangi tingkat reject product secara signifikan dan meningkatkan efisiensi produksi.
-
Analisis Biaya Kualitas Pada kelompok Budidaya Ikan Patin di Desa Cipayung:Pengaruh Kualitas Air Dan Penggunaan Limbah Dapur Industi Sebagai Pakan
Abstract View: 375 PDF Download: 353Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya kualitas dalam budidaya ikan patin di Desa Cipayung, Cikarang Timur, dengan fokus pada dampak penggunaan pakan limbah dapur industri serta potensi pengoptimalan biaya kualitas. Data diperoleh melalui wawancara dengan petani ikan untuk mengidentifikasi alokasi biaya pada pencegahan, penilaian, serta kegagalan internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pencegahan hanya mencapai 6,21% dari total biaya kualitas, sedangkan biaya kegagalan internal mendominasi dengan 77,23%, disebabkan oleh lambatnya pertumbuhan ikan akibat kurangnya nutrisi dalam pakan limbah. Biaya kegagalan eksternal sebesar 16,57% juga terjadi karena penurunan kualitas ikan yang berdampak pada harga jual yang lebih rendah.
Studi simulasi pengoptimalan menunjukkan bahwa dengan peningkatan alokasi biaya pencegahan hingga 15% dari total biaya kualitas, penambahan biaya untuk penilaian sebesar 3%, serta penerapan pakan berkualitas tinggi, biaya kegagalan internal dapat ditekan hingga 54%. Pengoptimalan ini tidak hanya menurunkan total biaya kualitas tetapi juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk penggunaan pakan alternatif yang bernutrisi, manajemen kapasitas kolam, dan edukasi petani dalam manajemen budidaya untuk mendukung keberlanjutan usaha.
Biaya kualitas budidaya ikan patin,pakan alternatif, kegagalan internal dan eksternal,efisiensi produksi,manajemen pakan
-
Analisis Penerapan Sistem Manajemen K3 di Industri : Studi kasus pada Workshop PT SMT , Kabupaten Bekasi
Abstract View: 746 PDF Download: 919Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT SMT serta faktor-faktor yang memengaruhi tingginya angka kecelakaan kerja. Data primer diperoleh dari wawancara dengan 50 karyawan yang bekerja di empat area yaitu: area cutting, area punching, area welding, dan area bending. Variabel yang diuji meliputi usia, , masa kerja, tingkat pendidikan, pengetahuan, pengawasan, shift kerja, perilaku tidak selamat, dan kondisi tidak selamat, dengan kejadian kecelakaan kerja sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar karyawan memahami pentingnya K3, masih terdapat kecelakaan kerja akibat kurangnya kesadaran, pengawasan yang tidak optimal, serta perilaku tidak aman yang dilakukan oleh beberapa karyawan. Penelitian ini menyarankan peningkatan pelatihan K3 yang lebih intensif, pengawasan yang ketat, dan perubahan budaya kerja agar sistem SMK3 dapat diterapkan secara lebih efektif, sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan kerja di perusahaan
-
DESIGN OF AN ERGONOMIC TROLLEY FOR PELVIC WORKERS BASED ON ANTHROPOMETRIC ANALYSIS PERANCANGAN TROLI BARANG ERGONOMIS UNTUK KULI ANGKUT BERDASARKAN ANALISIS ANTROPOMETR
Abstract View: 644 PDF Download: 652The job of a porter is often synonymous with unergonomic working conditions and high risks to health. This is caused by a mismatch in the working posture of porters. Therefore, this research aims to design an ergonomic goods trolley for porters based on anthropometric analysis. This research uses a participatory
design method that involves porters in the design process. The porters' anthropometric data is measured and analyzed to determine optimal trolley dimensions. Based on the data that has been taken, the research
results show that the ergonomically designed goods trolley has dimensions that suit the dimensions and body posture of porters. So it can reduce the workload and increase the comfort of porters, such as wheels that rotate easily and sufficient storage space. In conclusion, designing ergonomic goods trolleys for porters can improve the health and safety of porters. This trolley can be a solution to overcome the health problems that porters often experience due to work.





