Penggunaan Faktor Produksi dan Pendapatan Usahatani Semangka Biji dan Non Biji di Desa Rimba Jaya Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin
DOI:
https://doi.org/10.52333/trisepa.v2i2.1135Keywords:
Semangka biji dan non-biji faktor produksi, Pendapatan, UsahataniAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan faktor produksi dan biaya produksi usahatani Semangka Biji dan Non-Biji, Untuk mengetahui berapa besar pendapatan usahatani Semangka Biji dan Non-biji, Untuk mengetahui berapa besar tingkat keuntungan Semangka Biji dan Non-Biji. Faktor produksi semangka biji meliputi, Lahan sebesar 1,25/hektar, Benih sebesar 13,4bks/hektar Pupuk Urea sebesar 115,8 kg/hektar, Pupuk NPK sebesar 50 kg/hektar, Pupuk Kandang Sebesar 2.450 kg/hektar. Pupuk Dolomit sebesar 430 kg/hektar, Pupuk TSP sebesar 65 kg/hektar, Pupuk Phonska sebesar 66,6 kg/hektar, Pupuk Yramil sebesar 111,6 kg/hektar, Pupuk NPK Mutiara sebesar 131,6 kg/hektar. Herbisida, Round Up sebesar 0.2 ltr/hektar, Antracol sebesar 2,33 kg/hektar, Zipplo sebesar 0,6 kg/hektar, Mantazed sebesar 0,35 kg/hektar, Sprint sebesar 0.2 ltr/hektar. Pestisida, Prepaton sebesar 1,36 ml/hektar, Kanon sebesar 1,2 ml/hektar, Starget sebesar 0,66ml/hektar, Lanet 1grm/hektar. Tenaga Kerja (HOK) sebesar 122,36/hektar. Faktor produksi semangka non-biji meliputi, Lahan sebesar 1.26 /hektar, Benih sebesar 13 bks/hektar, Pupuk Urea sebesar 109,93 kg/hektar, Pupuk NPK sebesar 10 kg/hektar, Pupuk kandang sebesar 2.077 kg/hektar, Pupuk Dolomit sebesar 437,13 kg/hektar, Pupuk TSP sebesar 36,66kg/hektar, Pupuk Phonska sebesar 120 kg/hektar, Pupuk Yramil sebesar 133,26 kg/hektar, Pupuk NPK Mutiara sebesar 154,86 kg/hektar. Herbsida, Round Up sebesar 0,13 ltr/hektar, Antracol 2,30 kg/hektar, Gramaxon sebesar 0,26 ltr/hektar. Pestisida, Prepaton sebesar 0,83 ml/hektar, Kanon sebesar 0,96 ml/hektar, Starget 1,63 ml/hektar, dan Tenaga Kerja (HOK) sebesar 58,43/hektar. Total biaya yang dikerluarkan pada semangka biji sebesar Rp22.099.400 /hektar dan semangka non-biji sebesar Rp22.285.333 /hektar. Pendapatan usahatani semangka biji dalam satu kali periode tanam sebesar Rp31.275.200 /hektar sedangkan untuk semangka non-biji sebesar Rp. 45.051.466 /hektar. Analisis R/C menunjukan bahwa usahatani semangka non-biji dan semangka biji yang dilihat dari dari nilai RC semangka biji sebesar 2,34 sedangkan R/C semangka non-biji sebesar 2,97 menunjukan nilai R/C lebih dari satu, yang berarti setiap Rp 1, biaya yang dikeluarka petani semangka biji dan semangka non-biji akan memproleh penerimaan sebesar Rp2,34 /hektar untuk semangka biji, sedangkan untuk semangka non-biji untuk /hektar nya sebesar Rp2,97 maka, dapat disimpulkan bahwa usahatani semangka biji dan semangka non-biji yang dilakukan di Desa Rimba Jaya mengguntungkan
References
Belatif Fuad. 2017. Analisis Usahatani Semangka (Citrullus lantur) Biji dan Semangka Non Biji Terhadapat Pendapatan Petans (Jurnal) Diakses dari CUser Downloads Documenis 21- Fund-Belatiif 4 pdf Pada tanggal 9 mei 2024.
Wihardjo, S. 1993. Bertanam Semangka. Kanisius. Yogyakarta. https://digilib.unila.ac.id/65182/3/SKRIPSI%20FULL%20TANPA%20BAB%20PEMBAHASAN.pdf
Soepriyanto, E. (2005). Ekonomi Pertanian. Jakarta: Penerbit Pradya Paramita.kmana, 1994). http://scholar.unand.ac.id/30446/4/4.%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf. Pada tanggal 22 Januari 2025.
Nasir “dkk.” (2012). Pola Usaha Dan Pendapatan Rumah Tangga Petani Pada Berbagai Tipologi Lahan Rawa Lebak. Diakses dari file:///C:/Users/ASUS/Downloads/11011-Article%20Text-31908-2-10-20160310.pdf. Pada tanggal 10 februari 2025