Vol. 2 No. 01 (2024): Edisi Januari-Juni
Articles
-
Perancangan Design study of assembly table with anthropometric approach in wood workshop “X” Studi Perancangan meja assembly dengan pendekatan antropometri pada bengkel kayu "X"
Abstract View: 936 PDF Download: 960ABSTRAK
Bengkel kayu merupakan tempat kerja yang beraktivitas dalam pengolahan kayu untuk diubah menjadi produk jadi maupun produk setengah jadi menggunakan peralatan dan mesin. Penelitian ini dilakukan di bengkel kayu "X", yang terletak di jl. Bangau No.60, 9 Ilir, Kec. Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatra Selatan. Pekerjaan di bengkel kayu membutuhkan waktu yang lama dan banyak terjadi posisi kerja yang tidak ergonomis sehingga menyebabkan masalah pada Kesehatan seperti nyeri pada punggung, bahu dan leher serta kelelahan lainnya. Berdasarkan itulah kami merancang meja assembly yang ergonomis untuk meningkatkan produktivas pekerja yang sesuai dengan antopometri dari para pekerja di bengkel kayu. Dengan merancang meja assembly yang memberikan dukungan optimal kepada pekerja.
ABSTRAK
A wood workshop is a workplace that is active in processing wood to be converted into finished or semi-finished products using equipment and machinery. This research was conducted at “X” wood workshop, located at jl. Stork No.60, 9 Ilir, Kec. Ilir Timur II, Palembang City, South Sumatra. Work in the wood workshop takes a long time and there are many non-ergonomic work positions that cause health problems such as back, shoulder and neck pain and other fatigue. Based on that, we designed an ergonomic assembly table to increase worker productivity in accordance with the anthopometry of the workers in the wood workshop. By designing an assembly table that provides optimal support to workers
-
Pengaruh Media Sosial Terhadap Wawasan Kebangsaan pada Generasi Muda (Studi Kasus: SMAN XYZ Bekasi)
Abstract View: 1093 PDF Download: 781Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu semakin pesat. Hal tersebut juga diiringi dengan perkembangan internet. Salah satu hal yang berkaitan dengan internet adalah media sosial. Media sosial merupakan salah satu media online yang digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan terkait dengan lingkungan sosial. Pengguna media sosial didominasi oleh generasi muda. Berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dapat diketahui melalui media sosial, termasuk tentang kebangsaan. Wawasan kebangsaan merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh generasi muda. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial terhadap wawasan kebangsaan generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif kualitatif, dengan menggunakan data primer hasil kuesioner, wawancara, dan observasi. Serta, data sekunder berupa sumber pustaka. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa siswi SMAN XYZ Bekasi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media sosial terbukti berpengaruh terhadap wawasan kebangsaan generasi muda. Hal-hal yang yang tersebar pada sosial media dapat mengubah pola pikir dan cara pandang generasi muda terhadap bangsa. Tentunya, berpengaruh juga terhadap etika generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
-
Work Work Chair Desaign With An Anthropometric Approach In Convensional Workshops Perancangan Kursi Kerja Dengan Pendekatan Antropometri Pada Bengkel Konvensional
Abstract View: 917 PDF Download: 894Bengkel motor konvensional merupakan tempat dimana para pekerja melakukan berbagai aktivitas pekerjaan dengan menggunakan peralatan dan mesin. Pekerjaan di bengkel motor konvensional umumnya membutuhkan waktu yang lama dan dilakukan dengan posisi duduk yang statis. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri punggung, leher, dan bahu, serta kelelahan. Berdasarkan itulah kami membuat rancangan kursi kerja yang ergonomis untuk mengurangi masalah kesehatan para montir bengkel tradisonal dengan merancang kursi kerja yang ergonomis untuk meningkatkan produktifitas dan kinerja pekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropometri untuk merancang kursi kerja yang sesuai dengan antropometri tubuh pekerja bengkel motor konvensional. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa racangan kursi kerja yang menggunakan antropometri montir bengkel motor tradisional.
in english
A traditional workshop is a place where workers carry out various work activities using equipment and machines. Work in traditional workshops generally takes a long time and is done in a static sitting position. This can cause various health problems, such as back, neck, and shoulder pain, as well as fatigue. Based on this, we designed an ergonomic work chair to reduce the health problems of traditional workshop mechanics by designing an ergonomic work chair to increase worker productivity and performance. This research uses an anthropometric approach to design a work chair that suits the body anthropometry of traditional workshop workers. The results obtained from this research are a work chair design that uses the anthropometry of a traditional motorbike repair mechanic.
-
OPTIMASI WAKTU PELAKSANAAN PADA MANAJEMEN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG POLTEKKES JURUSAN FARMASI TAHAP 1 DENGAN METODE CPM DAN PERT
Abstract View: 873 PDF Download: 825Penelitian ini membahas tentang optimasi waktu pelaksanaan pada Proyek Pembangunan Gedung Poltekes Jurusan Farmasi tahap 1 menggunakan Metode CPM dan PERT,dimana pelaksanaan pembangunan di PT. Mulia Nicosalti di Palembang ini terlambatnya waktu penyelesaian yang mengakibatkan meningkatnya biaya proyek dari dana yang disediakan. Maka dari itu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana percepatan waktu pelaksaan pekerjaan pada Proyek Pembangunan Gedung Poltekkes Jurusan Farmasi Tahap 1 serta dapat mengetahui percepatan waktu pelaksanaan pekerjaan agar menjadi suatu catatan keberhasilan bagi pelaksana (kontraktor) dalam penyelesaian pekerjaan, serta mengetahui waktu yang cepat dan efisien dengan aplikasi ilmu Manajemen Proyek yang kemudian dapat diaplikasikan di lapangan. Dengan membandingkan kedua metode tersebut dihasilkan data bahwa dengan menggunakan Metode CPM menghasilkan durasi penyelesaian proyek yang lebih cepat. Durasi yang dibutuhkan untuk menyesaikan proyek dengan Metode CPM adalah 22minggu dan dengan Metode PERT 25 minggu atau tingkat harapan dari peluang pekerjaan sebesar 79,12%.dariwaktu pelaksanaan pada Proyek Pembangunan Gedung Poltekes Jurusan Farmasi tahap 1.
-
Defect Analysis in the Process of Loading and Unloading Boxed Lubricant Products at PT. Pertamina Lubricants Depot Supply Chain Point Kertapati Palembang
Abstract View: 585 PDF Download: 465Penelitian bertujuan untuk menganalisis jenis dan penyebab cacat yang terjadi pada proses bongkar muat produk box pelumas di PT. Pelumas Pertamina, Depo Supply Chain Point Kertapati, Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan staf terkait, dan analisis dokumen perusahaan terkait proses bongkar muat serta pencatatan cacat produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis cacat yang sering terjadi, yaitu kerusakan fisik pada box, kebocoran pelumas, dan ketidaksesuaian jumlah produk. Penyebab utama cacat ini meliputi ketidaksesuaian prosedur operasional standar (SOP), kurangnya pelatihan bagi tenaga kerja, serta kondisi peralatan dan sarana yang kurang memadai. Didapatkan jenis defect yang dominan yaitu kemasan box produk penyok dengan persentase kerusakan sebesar 68,3% dari 4 jenis defect yang ada. Faktor penyebab defect kemasan box produk penyok pada proses bongkar muat produk yaitu faktor manusia, metode dan material. Usulan perbaikan yang dilakukan untuk mengurangi defect kemasan box produk penyok dapat dilihat berdasarkan nilai RPN terbesar yang terdapat pada perlakuan material handling kasar yaitu sebesar 392.
-
The Ergonomic Analysis and Work Efficiency of Mixue Operators Using Work Factor and REBA Methods
Abstract View: 743 PDF Download: 827Dalam lingkungan industri modern, penting untuk memahami hubungan antara ergonomi dan efisiensi kerja dalam konteks pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ergonomi dan efisiensi kerja operator Mixue dengan menggunakan metode MOST (Maynard Operation Sequence Technique) dan REBA (Rapid Entire Body Assessment). MOST (Maynard Operation Sequence Technique) dan REBA (Rapid Entire Body Assessment) adalah dua metode yang berfungsi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan memperbaiki masalah ergonomi di tempat kerja, terutama dalam konteks tugas-tugas yang melibatkan gerakan fisik. Hasil analisis postur tubuh seorang operator Mixue dengan menggunakan tabel REBA menunjukkan skor 6, yang menandakan bahwa kondisi kerja dan postur saat ini tidak memenuhi standar optimal, dan menunjukkan potensi risiko cedera muskuloskeletal yang moderat hingga tinggi. Selain itu, berdasarkan metode MOST, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh operasi dihitung sekitar 4.212 detik, atau sekitar 0.0702 menit. Dengan demikian, diperlukan intervensi ergonomis yang tepat, pelatihan, dan penyesuaian prosedur kerja untuk mengurangi risiko cedera dan meningkatkan kesehatan, keselamatan, serta produktivitas pekerja di tempat kerja.





