KESEHATAN BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) SEBELUM DAN SETELAH MERGER MENGGUNAKAN RISK BASED BANK RATING

Authors

  • Yuni Rachmawati Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tridinanti, Palembang, Sumatera Selatan
  • Rifani Akbar Sulbahri Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tridinanti, Palembang, Sumatera Selatan
  • Sari Yuliawati Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tridinanti, Palembang, Sumatera Selatan

DOI:

https://doi.org/10.52333/ratri.v5i1.416

Keywords:

Kesehatan Bank, Merger, BSI, RBBR, Kinerja keuangan

Abstract

Abstract : The government is also making efforts to advance Islamic banking in Indonesia through the decision to merge three state-owned subsidiaries into one entity, namely Bank Syariah Indonesia. The success of this merger can be seen from the health of the Bank after the merger. However, referring to previous research, not all companies that merge entities show better results than before merging. In this study, BSI's health was assessed using the Risk Based Bank Rating -RBBR risk approach using NPL and LDR ratios, Good Corporate Governance, ROA, NIM and CAR. The research uses secondary data in the form of financial reports and annual reports of Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah and BRI Syariah before the merger (2019-2020) and BSI after the merger (2021-2022). Based on calculations and analysis carried out using RBBR, it shows that there has been an increase in the health of BSM, BNIS and BRIS after the merger into BSI in 2021 which can be seen from an increase in the values ​​of NPF, ROA,CGC, NIM and CAR, but with the exception of FDR.

Abstrak :

Pemerintah turut berupaya dalam kemajuan Bank syariah di Indonesia melalui keputusan penggabungan tiga anak usaha BUMN menjadi satu entitas yaitu Bank Syariah Indonesia. Keberhasilan merger ini dapat dilihat dari kesehatan Bank setelah merger. Namun, merujuk dari penelitian terdahulu, tidak semua perusahaan yang melakukan penggabungan entitas menunjukkan hasil yang lebih baik dari sebelum bergabung. Pada penelitian ini kesehatan BSI dinilai menggunakan pendekatan resiko Risk Based Bank Rating -RBBR dengan  menggunakan Rasio NPL dan LDR, Good Corporate Governance, ROA, NIM dan CAR. Penelitian menggunakan  data sekunder berupa laporan keuangan dan laporan tahunan Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah dan BRI Syariah sebelum merger (tahun 2019-2020) dan BSI setelah merger (tahun 2021-2022). Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menggunakan RBBR, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kesehatan pada BSM, BNIS dan BRIS setelah merger menjadi BSI di tahun 2021 yang terlihat dari adanya peningkatan nilai rasio NPF, ROA,CGC, NIM dan CAR, namun terkecuali FDR.

References

Anjani, Rizki dan Usman.2022. Analisis Kesehatan Bank Syariah (BSI): Komparasi Sebelum dan Setelah Merger. Jurnal Manajemen dan Dinamika Bisnis

Agustin, D. R., & Widhiastuti, R. N. (2021). Dampak Merger dan Akuisisi pada Kinerja Keuangan (Studi Kasus Sektor Perbankan di Indonesia). Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Perbankan, 2(2).

Amalia, F., & Ika, S. R. I. (2014). Kinerja Bank di Indonesia setelah Melakukan Merger dan Akuisisi dengan Kepemilikan Asing: Apakah Lebih Baik? Jurnal Bisnis Dan Ekonomi, 5(1), 73-84.

Andrianto, A., & Firmansyah, M. A. (2019). Manajemen Bank Syariah (Implementasi Teori dan Praktek).Jakarta: Qiara Media

Biasmara, H. A., Made, P., & Srijayanti, R. (2021). Mengukur Kinerja Pra Merger Tiga Bank Umum Syariah dan Pengaruhnya terhadap Return on Asset. Moneter: Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 8(1), 70-78.

Burhanuddin, C. I., & Amran. (2021). Analisis Efek Merger Bank BUMN Syariah di Bursa Efek Indonesia. AkMen, 18(2), 144-152. https://doi.org/10.37476/akmen.v18i2.1709

Coccorese, P., & Ferri, G. (2020). Are mergers among cooperative banks worth a dime? Evidence on efficiency effects of M&As in Italy. Economic Modelling, 84, 147-164. https://doi.org/10.1016/j.econmod.2019.04.002

Dunbar, K. (2022). Impact of the COVID-19 event on U.S. banks' financial soundness. Research in International Business and Finance, 59, 1-12. https://doi.org/10.1016/j.ribaf.2021.101520

Fees, W., Nguyen, T. T. M., & Xu-Fees, X. (2021). Financial Performance Analysis of German Firms after Chinese Mergers and Acquisitions. Review of International Business and Strategy. https://doi.org/10.1108/RIBS-10-2020-0129

Fiqri, A. A. A., Azzahra, M. M., Branitasandini, K. D., & Pimada, L. M. (2021). Peluang dan Tantangan Merger Bank Syariah Milik Negara Di Indonesia pada Masa Pandemi Covid19. El Dinar, 9(1), 1-18

Gitman, L. J., Juchau, R., & Flanagan, J. (2015). Principles of Managerial Finance. Australia: Pearson Higher Education AU.

Hossain, M. S. (2021). Merger & Acquisitions (M&As) as an important strategic vehicle in business: Thematic areas, research avenues & possible suggestions. Journal of Economics and Business, 116, 1-33. https://doi.org/10.1016/j.jeconbus.2021.106004

Jaya, A., Syarief, M. E., & Laksana, B. (2021). Perbandingan Kinerja Keuangan pada Bank Woori Saudara sebelum dan setelah Merger. Indonesian Journal of Economics and Management, 1(3), 523-531. https://doi.org/10.35313/ijem.v1i3.3014

Ludiman, I., & Mutmainah, K. (2020). Analisis Determinan Market Share Perbankan Syariah di Indonesia (Studi Empiris pada Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah yang Terdaftar di OJK Periode Maret 2017 sampai September 2019). Journal of Economic, Management, Accounting and Technology, 3(2), 169-181. https://doi.org/10.32500/jematech.v3i2.1336

Junjunan, M. I., Nawangsari, A. T., Agustin, A., Purnomo, A., & Putikadyanto, A. (2022). A Comparative Study on Financial Performance between Islamic and Conventional Banking in Indonesia During the COVID-19 Pandemic. 12, 75–88.

Mamun, A., Tannous, G., & Zhang, S. (2021). Do regulatory bank mergers improve operating performance? International Review of Economics and Finance, 73, 152-174. https://doi.org/10.1016/j.iref.2020.12.036

Okalesa, Efni, Y., & Zulbahridar. (2014). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia sebelum dan setelah Merger dan Akuisisi. Jurnal Tepak Manajemen Bisnis, 6(3), 90-105.

Patel, R. (2018). Pre & Post-Merger Financial Performance: An Indian Perspective. Journal of Central Banking Theory and Practice, 7(3), 181-200. https://doi.org/10.2478/jcbtp-2018-0029

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 8/POJK.03/2014.https://ojk.go.id/id/regulasi/otoritas-jasa-keuangan/peraturan-ojk/Documents/POJK_1404381860.pdf

Rizal, F., & Humaidi, M. (2021). Analisis Tingkat Kesehatan Bank Syariah di Indonesia 2015- 2020. Journal of Islamic Banking and Finance, 1(1), 12-22. https://doi.org/10.21154/etihad.v1i1.2733

Wedha, D. N., & Alteza, M. (2020). Analisis Efisiensi Perbankan Hasil Merger di Indonesia dengan Metode Two-Stage Data Envelopment Analysis. Jurnal Ilmu Manajemen, 17(2), 85-97

Wicaksono, W., Amah, N., & Devi, H. P. (2021). Analisis Perbedaan Kinerja Keuangan Antara Bank Konvensional dan Bank Syariah Saat Pandemi Covid-19. Seminar Inovasi Manejemen Bisnis dan Akuntansi 3.

Yunistiyani, V., & Harto, P. (2022). Kinerja PT Bank Syariah Indonesia, Tbk setelah Merger: Apakah Lebih Baik? Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia, 6(2), 67-84.

Downloads

Published

2023-12-23

How to Cite

Yuni Rachmawati, Rifani Akbar Sulbahri, & Sari Yuliawati. (2023). KESEHATAN BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) SEBELUM DAN SETELAH MERGER MENGGUNAKAN RISK BASED BANK RATING. Jurnal Riset Akuntansi Tridinanti (Jurnal Ratri), 5(1), 62–76. https://doi.org/10.52333/ratri.v5i1.416