Volume 11 Nomor 2 Juli 2023
Articles
-
UJI KONDUKVITAS TERMAL TANAH LIAT SEBAGAI MEDIA ISOLATOR PANAS ALAT PEMANGGANG PEMPEK
Abstract View: 819 PDF Download: 1147Isolator merupakan bagian yang tidak dapat terlepaskan dari permasalahan termal. Isolator bersifat mampu menahan laju energi panas pada saat melaluinya. Di Palembang ada salah satu makanan yang namanya pempek panggang. Dimana bahannya terbuat dari adonan pempek, agar dapat dimakan maka adonan ini harus dipanggang, Pemanggangan dilakukan pada suatu wadah terbuat dari besi yang dilapis isolator, biasanya isolator yang dipergunakan adalah tanah liat dengan tujuan agar panas pemanggan pempek tidak banyak terbuang keluar. Disini telah dilakukan pengujian untuk mengetahui besar harga k (konduktivitas) tanah liat. Prinsip pengujian yang dilakukan dengan menyiapkan 3 bahan yang berbentuk lingkaran, yaitu besi, tanah liat besi. Dalam pengujian ketiga bahan tersebut disusun berurutan yaitu besi, tanah liat dan besi yang kemudian dipanaskan dengan bola listrik dengan daya 200 Watt dibiarkan selama 10 menit. Setelah itu besi dan tanah liat tersebut diukur suhunya baik pada sisi atas maupun sisi bawah, pengujian dilakukan sebanyak 3 kali. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan maka didapatkan hasil bahwa konduktivitas termal tanah liat diperoleh berturut-turut yaitu 1,7916 W/m.K, 1,6538 W/m.K dan 1,7200 W/m.K dan rata-ratanya adalah sebesar 1,7218 W/m.K.
-
STRATEGI BERINOVASI BIDANG PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BADAN PERENCANAAN DAERAH UNTUK MENDUKUNG SMART CITY KOTA YOGYAKARTA
Abstract View: 383 PDF Download: 451Penelitian ini mengusulkan bagaimana strategi berinovasi untuk mendukung pengembangan smart city oleh bidang penelitian dan pengembangan di kota Yogyakarta. Strategi tersebut disusun dengan metode pemodelan konseptual yang mana diawali dengan menggambarkan bagaimana kondisi Litbang saat ini yang belum mampu berinovasi secara optimal dengan keterbatasan bentuk struktur organisasi yang masih sebatas bidang dari Badan Induk Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, yang berdampak kepada kapasitas organisasi. Berangkat dari kondisi tersebut, selanjutnya strategi yang dibahas dengan metode forum group dicussion dengan muatan pertama a) memperkuat kapasitas organisasi dengan tetap dengan skala bidang, namun diperkuat dengan membentuk tim inovasi atau menaikkan status organisasi dari bidang menjadi badan riset inovasi daerah b) mengembangkan proses inovasi kolaboratif antara Litbang dan Dinas Kominfo dan Penyandian dan ketiga 3) perbaikan permasalahan dasar organisasi dalam hal ini a) memperjelas lingkup kewenangan tugas pokok dan fungsi pegawai b) menambah tenaga fungsional peneliti dan c) mengembangkan instrumen pendanaan alternatif selain dari pada pendanaan dari pemerintah.
-
KOMPARASI DIMENSI HOISTWAY PASSANGER ELEVATOR
Abstract View: 404 PDF Download: 1771Mandatory dan persyaratan penyediaan elevator pada bangunan gedung telah diatur dalam banyak regulasi. Persoalan yang sering terjadi adalah ketika gambar denah perencanaan tidak memiliki dimensi hoistway yang sesuai dengan dimensi pabrikan yang tersedia, akibatnya terjadi kesulitan penyesuaian atas kekeliruan tersebut. Banyak faktor penyebab kesalahan dalam menentukan dimensi hoistway, salah satunya menganggap dimensi hoistway berlaku secara universal atau ditentukan dengan cara ditaksir. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa tidak ada dimensi hoistway universal, bahkan dimensi standar pada SNI 03-6573-2001 tidak dapat dijadikan acuan bila menggunakan tujuh merek elevator popular di Indonesia yang bukan berasal dari pabrikan Amerika. Metoda penelitian dilakukan dengan komparasi standar SNI dengan standar pabrik jenis MRL yang menjadi sampel, pada 7 kelas kapasitas dan 2 rate speed. Hasilnya membuktikan bahwa standar SNI 03-6573-2001 tidak singkron dengan standar pabrikan, dan tidak ditemukan keseragaman dimensi hoistway, pit dan overhead pabrikan pada tujuh sampel merek yang berbeda.
-
ANALISA RUTE PENJEMPUTAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE ANT COLONY
Abstract View: 444 PDF Download: 566Petani sawit di Indonesia mencapai 10 juta kepala keluarga. Kebun kelapa sawit lebih dari 50 % luas lahan yang ada dikelola oleh petani swadaya. Hasil penen tandan buah Segar kelapa sawit biasanya Akan dibeli oleh pedagang kecil dan pedagang besar yang berkeliling setiap hari pada wilayah kebun kebun kelapa sawit petani swadaya. Permasalahan yang sering terjadi kurang optimalnya hasil pembelian yang dilakukan oleh setiap kendaraan yang berkeliling menbeli TBS, hal ini disebabkan, naik turunnya hasil panen petani, didahului oleh pedagang lain, penuh kapasitas kendaraan, penjemputan yang terlalu jauh. Akibatnya ada beberapa pelanggan yang tercecer atau tidak terbeli hasil panennya. Penelitian ini menggunakan metode capacitated verchichle routing problem dengan algoritma Ant colony. Hasil perhitungan algoritma Ant colony memberikan hasil yang cukup baik dari sisi rata rata kapasitas angkut truk yang merata, jumlah truk penjemputan yang lebih sedikit, total jarak tempuh yang lebih pendek. Dibandingkan dari hasil penjemputan secara manual.
-
ANALISIS PERBANDINGAN KEKAKUAN (STIFFNESS) BETON RINGAN TERHADAP BETON NORMAL MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN VISUAL BASIC APLICATION
Abstract View: 322 PDF Download: 453Beton merupakan hal yang paling utama dalam suatu konstruksi.
-
IMPLEMENTASI 5S (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU DAN SHITSUKE) PADA BAGIAN WORKSHOP DI PT. AGROTAMEX SUMINDO ABADI
Abstract View: 637 PDF Download: 792PT. Agrotamex Sumindo Abadi merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang perkebunan dan budidaya kelapa sawit. Perusahaan dalam mengatur kinerja karyawan dan segala hal mengenai workshopnya menggunakan metode 5S. 5S adalah suatu metode penataan dan pemeliharaan wilayah kerja secara intensif yang berasal dari Jepang yang digunakan oleh manajemen dalam usaha memelihara ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja sekaligus meningkatan kinerja perusahaan secara menyeluruh. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik pengamatan/observasi. Data yang didapat dari pengamatan/observasi langsung di PT. Agrotamex Sumindo Abadi. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan instrumen daftar cocok (checklist). Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengenai prosentase ketercapaian penerapan 5S di Bengkel PT.Supreme Surabaya Motor Servicemeliputi penerapan seiri (pemilahan)sebesar 75%, penerapan seiton (penataan) sebesar 75%, penerapan seiso (pembersihan) sebesar 100%, penerapan seiketsu (pemantapan) sebesar 100%, dan penerapan shitsuke (pembiasaan) sebesar 75%. Dari hasil prosentase tersebut menunjukkan bahwa ada 3 aspek dari 5S yang belum diterapkan secara maksimal yaitu seiri, seiso, dan shitsuke. Kemudian dari hasil prosentase diubah menjadi tingkat predikat untuk mengetahui efektivitas penerapan 5S. Adapun hasilnya dapat disimpulkan bahwa penerapan seiri (pemilahan) cukup efektif, penerapan seiton (penataan) cukup efektif, penerapan seiso (pembersihan) sudah efektif,penerapan seiketsu (pemantapan) sudah efektif, dan penerapan shitsuke (pembiasaan) cukup efektif.
-
ANALISIS KUAT TEKAN BETON DENGAN PENAMBAHAN SILICA GEL
Abstract View: 468 PDF Download: 670Abstrak: Beton merupakan material yang paling banyak digunakan dalam kebanyakan bangunan konstruksi di Indonesia. Beton adalah campuran yang terdiri dari agregat halus, agregat kasar, semen dan air, serta kadang-kadang ditambahkan bahan tambah yang lain dengan perbandingan tertentu. Salah satu bahan tambah yang dapat digunakan dalam konstruksi beton adalah silica gel. Silica gel mengandung unsur silika yang sangat tinggi, kadar silika (SiO2) yang terkandung pada silica gel yaitu 98,85%. Pada penelitian ini bertujuan mendapatkan nilai kuat tekan beton setelah dilakukan pengujian terhadap sampel beton ditambah silica gel. Persentase penambahan silica gel optimal terhadap komposisi beton pada perencanaan mutu beton K-225. Benda uji yang digunakan berbentuk kubus berukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm. Dengan persentase penambahan silica gel sebesar 0% (normal), 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15% terhadap berat semen. Nilai kuat tekan beton karakteristik mengalami kenaikan dan penuruan, dan persentase optimum penambahan silica gel terdapat pada 7,5% yaitu 23,04 Mpa. Dimana masing-masing nilai kuat tekan beton karakteristik pada kondisi normal sebesar 22,73 Mpa. penambahan silica gel 2,5% kuat tekan beton didapat sebesar 18,33 Mpa, penambahan silica gel 5% kuat tekan beton sebesar 21,40 Mpa, penambahan silica gel 7,5% kuat tekan beton sebesar 23,04 Mpa, penambahan silica gel 10% kuat tekan beton sebesar 17,53 Mpa, penambahan silica gel 12,5% kuat tekan beton sebesar 17,37 Mpa, dan penambahan silica gel 15% kuat tekan beton didapat sebesar 16,73 Mpa, dengan persamaan regresi liniernya Y’ = 22,089 – 0,348X.
-
KAJI EKSPERIMENTAL PENGGUNAAN HEATER LISTRIK UNTUK PEMANAS AIR MANDI
Abstract View: 1011 PDF Download: 932Abstrak: Pengujian ini dilakukan dengan menganalisa bahwa hasil uji pemanas air menggunakan heater listrik sudah cukup baik dikarenakan tidak mengalami kendala yang begitu berarti pada saat proses pemanas air, Alat ini juga sudah mampu memanaskan dan mengukur suhu air dengan beberapa ukuran yang diinginkan. Yaitu pada suhu ideal untuk mandi 37,5℃ dengan waktu 30 menit, hanya saja kapasitas air yang kurang besar, hanya menggunakan tangki penampung berkapasitas 10 liter air. Namun alat yang digunakan sebagai simulasi. Oleh karena itu untuk diaplikasikan ke rumah tangga, maka kapasitas air pada tangki penampung harus diperbesar dan heater ditambah dengan daya yg lebih besar. Dalam pengujian ini dilakukan proses memanaskan air dengan heater 225 watt dalam waktu 60 menit dapat diperoleh suhu 46,5℃. Berdasarkan grafik diatas dapat diketahui bahwa terjadi kenaikan temperatur untuk memanaskan air dalam waktu 60 menit dengan temperatur awal 27℃ menjadi 46,5℃. Pada saat pemanasan diperoleh perilaku temperatur kontrol meningkat 19,5℃. Kalor yang dibutuhkan untuk memanaskan air dengan kapasitas air 10 ℓ adalah 224,56 joule/det꞊watt. Laju perpindahan panas terhadap dinding tangki penampung dengan isolasi alumunium foil setebal 0,1 cm dengan K ꞊ 0,00016 adalah 0,30115 .




