About the Journal
Strategi : Jurnal Manajemen merupakan perubahan nama dari jurnal manajemen menjadi Strategi yang diterbitkan sebagai media komunikasi bagi berbagai kalangan yang mempunyai perhatian terhadap perkembangan sistem informasi berbasis Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi.
JOURNAL INFORMATION
| Journal Title | STRATEGI : Jurnal Manajemen |
| Initials | STRATEGI |
| ISSN Online | 2830-4454 |
| ISSN Print | 2089-6948 |
| Frequency | 2 issues per year (April, October) |
| DOI | 10.52333 |
| Publisher | Magister Management, Tridinanti University |
| Subject Areas | Economic, Management |
| Citation Analysis | Google Scholar | Dimension | DOAJ | Others |
Current Issue
Articles
-
Pengaruh Motivasi Belajar dan Integritas terhadap Motivasi Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi
Abstract View: 10 PDF Download: 2Academic dishonesty is a critical issue that not only undermines the integrity of higher education institutions but also has the potential to trigger fraudulent behavior in the professional workplace, particularly in the finance sector. This study aims to analyze the simultaneous and partial effects of learning motivation and integrity on the motivation for academic dishonesty among accounting students. This quantitative study employed a saturated sampling technique involving 94 students, resulting in a final sample of 89 usable questionnaires. Data were analyzed using multiple linear regression following validity, reliability, and classical assumption tests. The results indicate that learning motivation and integrity, when considered simultaneously, have a significant effect on the motivation for academic dishonesty. Individually, learning motivation was found to have a negative but insignificant effect. Conversely, integrity was shown to have a significant negative effect.
ABSTRAK
Kecurangan akademik merupakan isu krusial yang tidak hanya merusak integritas lembaga pendidikan tinggi, tetapi juga berpotensi memicu perilaku fraud di dunia kerja profesional, khususnya pada bidang keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Motivasi Belajar dan Integritas secara simultan dan parsial terhadap Motivasi Kecurangan Akademik pada mahasiswa Akuntansi. Penelitian kuantitatif ini menerapkan teknik sampel jenuh kepada 94 mahasiswa, dengan hasil sampel akhir yang layak diolah sebanyak 89 kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Motivasi Belajar dan Integritas berpengaruh signifikan terhadap Motivasi Kecurangan Akademik. Secara parsial, Motivasi Belajar berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Sebaliknya, Integritas terbukti berpengaruh negatif dan signifikan.
-
Analisis Pengelolaan Dana Zakat dalam Mewujudkan Akuntabilitas dan Efektivitas Lembaga Amil Zakat
Abstract View: 6 PDF Download: 4This study aims to analyze the management of zakat funds in realizing the accountability and effectiveness of amil zakat institutions at Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi & Bengkulu (UID S2JB). The research employs a qualitative descriptive approach with a case study design. Data was obtained through interviews, observations, documentation, and analysis of YBM PLN UID S2JB activity reports for the 2022-2024 period. The analysis was conducted using the concepts of Good Zakat Governance and Stewardship Theory. This study shows that the management of zakat funds at YBM PLN UID S2JB has been carried out in structured manner through the processes of collection, management, distribution, and reporting in accordance with sharia principle and Good Zakat Governance. The accountability and effectiveness of zakat fund management are reflected in a continuous reporting system, an effectiveness ratio of 97.56%-123.24%, and an Allocation to Collection Ratio (ACR) of 91.66%-93.87%, which falls within the effective category. The findings provide practical insights for zakat institutions to strengthen accountability, improve transparency, and optimize zakat fund management through the implementation of Good Zakat Governance. This study also serves as a reference for future research on accountability and effectiveness in zakat management.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan dana zakat dalam mewujudkan akuntabilitas dan efektivitas lembaga amil zakat pada Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta analisis laporan kegiatan YBM PLN UID S2JB periode 2022–2024. Analisis dilakukan menggunakan konsep Good Zakat Governance dan Stewardship Theory. Penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana zakat di YBM PLN UID S2JB telah dilaksanakan secara terstruktur melalui proses penghimpunan, pengelolaan, pendistribusian, dan pelaporan sesuai dengan prinsip syariah serta prinsip Good Zakat Governance. Akuntabilitas dan efektivitas pengelolaan dana zakat tercermin dari sistem pelaporan yang berkesinambungan, rasio efektivitas sebesar 97,56%–123,24%, serta Allocation to Collection Ratio (ACR) sebesar 91,66%–93,87% yang termasuk dalam kategori efektif. Temuan penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi lembaga zakat untuk memperkuat akuntabilitas, meningkatkan transparansi, serta mengoptimalkan pengelolaan dana zakat melalui penerapan Good Zakat Governance. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai akuntabilitas dan efektivitas dalam pengelolaan zakat.
-
Determinan Niat Nasabah untuk Berpindah ke Bank Syariah Berbasis "Eco-Friendly" menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB) atau Technology Acceptance Model (TAM)
Abstract View: 0 PDF Download: 0Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat nasabah dalam berpindah ke bank syariah berbasis eco-friendly dengan mengintegrasikan Theory of Planned Behavior (TPB) dan Technology Acceptance Model (TAM). Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 200 responden di Kota Palembang, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang kuat terhadap niat berpindah dengan nilai R Square sebesar 0,652. Secara empiris, variabel kontrol perilaku yang dipersepsikan, norma subjektif, persepsi manfaat, dan persepsi kemudahan penggunaan terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat berpindah. Sebaliknya, sikap tidak berpengaruh signifikan, yang mengindikasikan adanya fenomena intention–behavior gap. Selain itu, persepsi kemudahan penggunaan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap persepsi manfaat, yang menunjukkan pentingnya faktor teknologi dalam membentuk nilai yang dirasakan nasabah. Temuan ini menegaskan bahwa keputusan berpindah ke bank syariah eco-friendly lebih didorong oleh faktor praktis seperti kemudahan dan manfaat layanan dibandingkan oleh faktor ideologis semata. Secara teoretis, penelitian ini memperluas integrasi TPB dan TAM dalam konteks green Islamic banking, sementara secara praktis memberikan implikasi bahwa perbankan syariah perlu memprioritaskan pengembangan layanan digital, mengkomunikasikan manfaat secara konkret, serta meminimalkan hambatan perpindahan nasabah.
-
Pengaruh Generative AI dan Content Creation terhadap Purchase Intention pada Pengguna TikTok: Peran Mediasi Flow Experience
Abstract View: 0 PDF Download: 0The rapid development of Generative Artificial Intelligence (Generative AI) and the growing use of digital content on TikTok have introduced new ways of shaping consumer experiences and purchase decisions. This study examines the effects of Generative AI and Content Creation on Purchase Intention, with Flow Experience serving as a mediating variable among TikTok users. A quantitative, cross-sectional research design was employed. Data were collected from 324 TikTok users aged 17–43 years residing in East Java through purposive sampling. The data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results reveal that Generative AI and Content Creation have positive and significant effects on both Flow Experience and Purchase Intention. Flow Experience also has a positive effect on Purchase Intention. Furthermore, Flow Experience partially and complementarily mediates the effects of Generative AI and Content Creation on Purchase Intention. Generative AI shows the strongest effect on Flow Experience, suggesting that perceived usefulness, informativeness, creativity, and innovativeness play an important role in strengthening user engagement. These findings indicate that purchase intention among TikTok users is shaped not only by technological features and content quality directly, but also by the psychological experience developed while interacting with digital content.
Abstrak
Perkembangan Generative Artificial Intelligence (Generative AI) dan semakin intensifnya penggunaan konten digital di TikTok menghadirkan cara baru dalam membentuk pengalaman dan keputusan konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Generative AI dan Content Creation terhadap Purchase Intention dengan Flow Experience sebagai variabel mediasi pada pengguna TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data diperoleh dari 324 pengguna TikTok berusia 17–43 tahun yang berdomisili di Jawa Timur melalui teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generative AI dan Content Creation berpengaruh positif dan signifikan terhadap Flow Experience maupun Purchase Intention. Flow Experience juga berpengaruh positif terhadap Purchase Intention. Selain itu, Flow Experience terbukti memediasi secara parsial komplementer pengaruh Generative AI dan Content Creation terhadap Purchase Intention. Generative AI menunjukkan pengaruh terbesar terhadap Flow Experience, yang menandakan bahwa manfaat, nilai informasi, serta unsur kreativitas dan inovasi AI berperan penting dalam membangun keterlibatan pengguna. Temuan ini menegaskan bahwa niat membeli pada pengguna TikTok tidak hanya dipengaruhi oleh teknologi dan kualitas konten secara langsung, tetapi juga oleh pengalaman psikologis yang terbentuk selama berinteraksi dengan konten digital.
-
Pengaruh Perceived Usefulness dan Perceived Interactivity terhadap Actual System Usage Chatbot: Peran Mediasi Attitude Toward Using pada E-Commerce Shopee
Abstract View: 0 PDF Download: 0The growing use of chatbots in e-commerce customer service does not necessarily translate into consumers’ willingness to genuinely use them, making it important to further investigate the factors explaining actual chatbot usage. This study aims to analyze the influence of Perceived Usefulness and Perceived Interactivity on the Actual System Usage of Shopee’s chatbot, both directly and through the mediation of Attitude Toward Using. It positions Perceived Interactivity as an antecedent parallel to Perceived Usefulness within the Technology Acceptance Model and examines actual usage, rather than intention, as the outcome. A quantitative explanatory survey design was employed involving 150 valid respondents who were active Shopee users residing in East Java Province and had used Shopee’s customer service chatbot within the past six months, selected through purposive sampling. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the assistance of SmartPLS 3 software. The results show that Perceived Usefulness and Perceived Interactivity have a positive and significant effect on Attitude Toward Using, and Attitude Toward Using has a positive and significant effect on Actual System Usage, whereas the direct effects of Perceived Usefulness and Perceived Interactivity on Actual System Usage are not shown to be significant. Mediation testing indicates significant indirect effects through Attitude Toward Using for both antecedents (indirect-only mediation), with a larger mediated share for Perceived Usefulness than for Perceived Interactivity. These findings indicate that the influence of perceived usefulness and interaction quality on actual chatbot usage is channeled through attitude, more so for usefulness, suggesting that improvements in functional benefits and interaction quality should be accompanied by strategies that build positive user attitudes.
Abstrak
Pertumbuhan penggunaan chatbot pada layanan pelanggan e-commerce belum tentu diikuti oleh kesediaan konsumen untuk benar-benar menggunakannya, sehingga faktor-faktor yang menjelaskan penggunaan aktual chatbot masih penting untuk digali lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Perceived Usefulness dan Perceived Interactivity terhadap Actual System Usage chatbot Shopee, baik secara langsung maupun melalui mediasi Attitude Toward Using. Penelitian ini memosisikan Perceived Interactivity sebagai anteseden yang sejajar dengan Perceived Usefulness dalam Technology Acceptance Model dan menguji penggunaan aktual, bukan intention, sebagai luaran. Penelitian menggunakan desain survei eksplanatori kuantitatif dengan 150 responden valid yang merupakan pengguna aktif Shopee di Provinsi Jawa Timur dan pernah menggunakan chatbot layanan pelanggan Shopee dalam enam bulan terakhir, dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Usefulness dan Perceived Interactivity berpengaruh positif dan signifikan terhadap Attitude Toward Using, serta Attitude Toward Using berpengaruh positif dan signifikan terhadap Actual System Usage, sedangkan pengaruh langsung Perceived Usefulness dan Perceived Interactivity terhadap Actual System Usage tidak terbukti signifikan. Sikap (Attitude Toward Using) memediasi penuh (indirect-only mediation) pengaruh Perceived Usefulness dan Perceived Interactivity terhadap penggunaan aktual chatbot, dengan porsi mediasi yang lebih dominan pada aspek manfaat., sehingga peningkatan manfaat dan kualitas interaksi chatbot Shopee perlu disertai strategi pembentukan sikap positif pengguna.
-
Analisis Kausal Motivasi Kerja, Pelatihan, dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan Ritel Otomotif
Abstract View: 0 PDF Download: 0This research focuses on examining the roles of motivation. training. and work discipline in shaping employee performance. both partially and simultaneously. A quantitative approach was employed in this study. The research population consisted of all 197 employees. from which a sample of 132 employees was selected using the cluster random sampling technique. Primary data were gathered through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with the aid of the SPSS software program. The results of the analysis indicate that motivation has no significant effect on employee performance. whereas training and work discipline each exhibit a significant effect on employee performance. Simultaneously. motivation. training. and work discipline also exert a significant effect on employee performance. These findings indicate that training and work discipline serve as more prominent factors in enhancing employee performance. while motivation has not shown a significant influence within this research model.
Abstrak
Fokus penelitian ini menguji peran motivasi kerja, pelatihan, dan disiplin kerja dalam membentuk kinerja individu karyawan. secara parsial & simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Seluruh karyawan menjadi polpulasi yang berjumlah 197 orang. dengan sampel sebanyak 132 karyawan melalui teknik cluster random sampling. Data primer dihimpun melalui kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier berganda dibantu program SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. sedangkan pelatihan dan disiplin kerja masing-masing berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan. Motivasi kerja, pelatihan, dan disiplin kerja juga berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan. Hasil mengindikasikan pelatihan dan disiplin kerja menjadi faktor yang lebih menonjol dalam kinerja karyawan. sementara motivasi belum menunjukkan pengaruh signifikan dalam model penelitian ini.
-
The Effect of Competence, Training, and Career Development on Employee Performance: Evidence from PT Musi Hutan Persada
Abstract View: 0 PDF Download: 0This study aims to analyze the effect of Competence, Training, and Career Development on Employee Performance at PT Musi Hutan Persada, both simultaneously and partially. This study employed a quantitative research design with a sample of 306 employees from a population of 1,290 employees across 20 divisions. Data were collected through a questionnaire using a five-point Likert scale and analyzed using multiple linear regression. The results show that Competence and Training have a positive and significant effect on Employee Performance, while Career Development does not have a significant partial effect. Simultaneously, the three independent variables have a significant effect on Employee Performance with an R value of 0.877 and an R Square value of 0.769, indicating that 76.9% of the variation in Employee Performance can be explained by the three variables. The F-test produced a significance value of 0.000. Partially, Competence has a significance value of 0.000, Training 0.010, and Career Development 0.588. These findings imply that efforts to improve employee performance should prioritize strengthening employee competence and improving the quality of training, while the career development system needs to be further clarified and integrated with employee competence and performance.
Abstrak
Studi ini diinisiasi untuk menguji sekaligus menganalisis kontribusi kompetensi, pelaksanaan pelatihan, dan program pengembangan karier terhadap kinerja karyawan pada PT Musi Hutan Persada, baik melalui pengujian parsial maupun simultan. Memanfaatkan desain penelitian kuantitatif, riset ini melibatkan 306 karyawan sebagai sampel yang ditarik dari total populasi sebanyak 1.290 orang di 20 divisi kerja. Pengumpulan data primer dilakukan via kuesioner berskala Likert lima tingkat, sedangkan operasional analisis statistik memanfaatkan regresi linear berganda. Hasil pengujian membuktikan bahwa variabel kompetensi dan pelatihan memberikan dampak positif serta signifikan dalam mengoptimalkan kinerja karyawan. Sebaliknya, program pengembangan karier tidak memperlihatkan pengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, integrasi ketiga faktor independen ini terbukti berdampak signifikan terhadap variasi performa karyawan dengan perolehan nilai R sebesar 0,877 dan R Square mencapai 0,769 (76,9%). Nilai signifikansi uji F berada pada angka 0,000. Secara parsial, nilai signifikansi untuk kompetensi adalah 0,000, pelatihan sebesar 0,010, dan pengembangan karier mencapai 0,588. Rekomendasi praktis dari studi ini menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan mutu pelatihan sebagai prioritas manajemen, di samping perlunya restrukturisasi jalur karier yang lebih transparan dan berbasis performa kerja.




