JURNAL DIDACTIQUE Bahasa Indonesia
https://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Didactique
<p><strong>JOURNAL INFORMATION</strong></p> <table class="data" width="100%" bgcolor="#f0f0f0"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="30%"><strong>Journal title</strong></td> <td width="80%"><strong>Journal Didactique Bahasa Indonesia</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="30%"><strong>Initials</strong></td> <td width="80%"><strong>JDBI</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="30%"><strong>ISSN Online</strong></td> <td width="80%"><strong>2721-5296</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="30%"><strong>ISSN Print</strong></td> <td width="80%"><strong>2721-5288</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="30%"><strong>Frequency</strong></td> <td width="80%"><strong>2 issues per year (January, July)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="30%"><strong>DOI</strong></td> <td width="80%"> </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="30%"><strong>Publisher</strong></td> <td width="80%"><strong>Universitas Tridinanti </strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="30%"><strong>Subject Areas</strong></td> <td width="80%"><strong>Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="30%"><strong>Citation Analysis</strong></td> <td width="80%"><strong>Google Scholar | Dimension | | Others</strong></td> </tr> </tbody> </table>Universitas Tridinanti en-USJURNAL DIDACTIQUE Bahasa Indonesia2721-5288PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS LAPORAN HASIL DISKUSI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 10 OKU
https://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Didactique/article/view/1758
<p><em>This study aims to describe the ability of class XI.1 students of SMA Negeri 10 OKU in writing discussion report using problem solving learning model. The results of this study indicate that the ability of class XI.1 students of SMA Negeri 10 OKU in writing discussion report before using problem solving learning model is 6% of students are included in the very capable category, 39.4% are capable, 40% are quite capable, and 17% are less capable with an average value of 65.48 with a fairly capable category. Furthermore, after using the learning model it is known that 63% are included in the very capable category, 34% are capable, and 3% are quite capable, with an average value of 80.31 with a very capable category. Meanwhile, the results of the t (to) test show a value of 16.14 which is greater when compared to the t table of 2.03 with a mean value of 14.83 with a standard deviation of 5.831 and sig (2 tailed) 0.00. The number 0.00 is smaller than the alpha value of 0.05. Thus, the problem-solving learning model is effective for use in writing discussion reports.</em></p>INAWATISunotoLasmiatunNurul Afifah
Copyright (c) 2026 INAWATI, Sunoto, Lasmiatun, Nurul Afifah
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-312026-07-3172697810.52333/didactique.v7i2.1758ANALISIS KEMAMPUAN PARAFRASE MAHASISWA DALAM MENGHINDARI PLAGIARISME PADA PENULISAN TEKS AKADEMIK
https://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Didactique/article/view/1964
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan parafrase mahasiswa dalam menghindari plagiarisme pada penulisan teks akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan secara daring melalui Google Form pada April–Mei 2026 dengan subjek mahasiswa yang memiliki pengalaman menulis teks akademik. Data dikumpulkan melalui angket dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki pemahaman dasar mengenai penulisan akademik dan plagiarisme, ditunjukkan oleh 76,5% responden yang memahami penulisan akademik dan mengetahui plagiarisme. Namun, praktik parafrase belum dilakukan secara konsisten, terlihat dari 64,7% mahasiswa yang hanya kadang-kadang melakukan parafrase dan 47,1% yang konsisten mencantumkan sumber. Kendala utama berupa kesulitan memahami bacaan dan keterbatasan kosakata. Penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan pelatihan parafrase dan etika akademik untuk meningkatkan orisinalitas serta integritas penulisan ilmiah mahasiswa.</p>Irma S. TambunanAnnisa Putri Ginting Laura Capenesi Simanjuntak SimanjuntakTalitha ArisantiFitriani Lubis
Copyright (c) 2026 Irma S. Tambunan, Annisa Putri Ginting , Laura Capenesi Simanjuntak, Talitha Arisanti, Fitriani Lubis
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-312026-07-3172798710.52333/didactique.v7i2.1964PEMANFAATAN APLIKASI WEBTOON DALAM MEDIA PEMEBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT MEMBACA PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 43 BANDAR LAMPUNG
https://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Didactique/article/view/2041
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan aplikasi Webtoon sebagai sarana pembelajaran guna meningkatkan minat baca siswa di SMP Negeri 43 Bandar Lampung. Siswa kelas tujuh berpartisipasi dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Selama proses pembelajaran, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Webtoon secara signifikan meningkatkan minat baca siswa. Siswa menjadi lebih aktif, terlibat, dan antusias dalam kegiatan membaca dibandingkan dengan pembelajaran konvensional berbasis teks. Webtoon menyajikan pengalaman membaca yang interaktif dengan memadukan unsur visual dan tekstual, sehingga materi menjadi lebih mudah dipahami dan lebih menyenangkan. Akibatnya, siswa memiliki motivasi lebih tinggi untuk membaca, baik di dalam maupun di luar kelas. Sebagai kesimpulan, penggunaan Webtoon sebagai media pembelajaran terbukti efektif meningkatkan minat baca siswa. Media ini juga mendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna. Namun, bimbingan yang tepat dari guru tetap diperlukan untuk memastikan bahwa penggunaan media digital ini selaras dengan tujuan pembelajaran.</p>rika hartutiDalmanEdo Frandika
Copyright (c) 2026 rika hartuti, Dalman, Edo Frandika
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-312026-07-3172889810.52333/didactique.v7i2.2041PENGGUNAAN BAHASA ILMIAH DALAM ARTIKEL MAHASISWA JURUSAN BAHASA ARAB STAI ALI BIN ABI THALIB
https://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Didactique/article/view/2038
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi penggunaan bahasa ilmiah dalam penulisan artikel oleh tiga kelompok penulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari enam partisipan yang dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing terdiri dari dua orang. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dan analisis dokumen artikel yang ditulis oleh setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pertama lebih banyak menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) dalam penulisan mereka, tetapi pemahaman mereka tentang terminologi ilmiah masih terbatas. Kelompok kedua memprioritaskan penulisan dan pengecekan manual dan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bahasa ilmiah. Kelompok ketiga menggabungkan penggunaan AI dan pengecekan manual, menghasilkan penggunaan teknologi yang lebih seimbang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI dapat mendukung proses penulisan artikel. Namun, akurasi penggunaan bahasa ilmiah masih bergantung pada penguasaan aturan linguistik oleh penulis, sehingga kualitas artikel ilmiah tetap terjaga.</p>agra patraAgung Pranoto Kadiatmaja
Copyright (c) 2026 agra patra, Agung Pranoto Kadiatmaja
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-312026-07-31729910710.52333/didactique.v7i2.2038KETAKSAAN MAKNA PADA UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA 1945 SEBELUM AMANDEMEN
https://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Didactique/article/view/2036
<p>Ketaksaan makna dalam teks konstitusi dapat menimbulkan berbagai penafsiran yang berpengaruh terhadap pelaksanaan ketatanegaraan dan kepastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk ketaksaan makna yang terdapat dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebelum amandemen berdasarkan kajian semantik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data berupa naskah UUD 1945 sebelum amandemen, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung ketaksaan makna. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dengan tahapan membaca, mengidentifikasi, mencatat, dan mengklasifikasikan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya 44 data ketaksaan makna yang terdiri atas 25 ketaksaan leksikal, 17 ketaksaan referensial, dan 2 ketaksaan temporal. Temuan ini menunjukkan bahwa redaksi UUD 1945 sebelum amandemen masih membuka ruang multitafsir sehingga berpotensi memengaruhi kepastian hukum. Oleh karena itu, kejelasan bahasa dalam konstitusi menjadi aspek penting dalam mewujudkan sistem hukum yang efektif dan demokratis.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: <em>Ketaksaan Makna; Semantik; UUD 1945; Konstitusi</em></p>Athorida Faidana SyamsiyatiAnindita Yunina AzahroErik Nafansyah Cahya Risqi RamadaniNafiisah Rindy FarahYoga Yolanda
Copyright (c) 2026 Athorida Faidana Syamsiyati, Anindita Yunina Azahro, Erik Nafansyah Cahya Risqi Ramadani, Nafiisah Rindy Farah, Yoga Yolanda
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-312026-07-317210811510.52333/didactique.v7i2.2036Metafora Konseptual dalam Lagu “Peradaban” Karya .Feast: Kajian Semantik Kognitif
https://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Didactique/article/view/2010
<p><strong> </strong><span style="font-weight: 400;">Lirik lagu tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian makna dan kritik sosial melalui penggunaan metafora. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan metafora konseptual dalam lirik lagu “Peradaban” karya. Feast berdasarkan teori Lakoff dan Johnson. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semantik kognitif. Data berupa lirik lagu yang mengandung metafora konseptual dianalisis melalui identifikasi ranah sumber (source domain),ranah target (target domain), dan jenis metafora yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima data metafora konseptual yang terdiri atas metafora ontologis dan metafora struktural. Metafora tersebut mempresentasikan konsep martabat, kekuasaan, kehidupan, peradaban, dan penolakan sosial melalui pengalaman konkret. Temuan penelitian menunjukkan bahwa metafora dalam lagu “Peradaban” tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetis, tetapi juga sebagai sarana kritik sosial terhadap berbagai fenomena dalam masyarakat modern.</span></p>NUR MAKHFUDZAHRifda Indah SafitriYustien Nabila FauziyahAtika Nur HidayantiYoga Yolanda
Copyright (c) 2026 NUR MAKHFUDZAH
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-312026-07-317211612510.52333/didactique.v7i2.2010Bahasa sebagai Gerakan: Analisis Ekolinguistik Video Edukasi Lingkungan Pandawara Group di Platform TikTok
https://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Didactique/article/view/2042
<p style="font-weight: 400;">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bahasa sebagai gerakan lingkungan dalam konten edukasi lingkungan yang diunggah oleh Pandawara Group di Platform TikTok. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya bahasa dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat di tengah meningkatnya permasalahan lingkungan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif ekolinguistik. Data penelitian berupa tuturan, caption, teks overlay, dan unsur visual yang terdapat dalam video TikTok Pandawara Group dengan jumlah penonton tinggi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan observasi terhadap konten yang dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan Pandawara Group mengandung unsur persuasif yang mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Selain itu, tuturan dan teks overlay memuat makna ekonomis yang menggambarkan kondisi lingkungan sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian alam. Unsur visual yang menampilkan perbandingan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah pembersihan juga berperan dalam memperkuat pesan ekologis yang disampaikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa bahasa dan visual dalam konten TikTok Pandawara Group tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi, tetapi juga sebagai bentuk gerakan sosial digital yang mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.</p>Tissa Febrina HarahapRaffly Alex Vander SihombingSyamsul RijalSindy Alicia Gunawan
Copyright (c) 2026 Tissa Febrina Harahap, Raffly Alex Vander Sihombing, Syamsul Rijal, Sindy Alicia Gunawan
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2026-07-312026-07-317212613510.52333/didactique.v7i2.2042