https://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Desiminasi/issue/feedJurnal Desiminasi Teknologi2026-02-10T09:53:03+07:00Andy Budiartojurnal-destek@univ-tridinanti.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>JOURNAL INFORMATION</strong></p> <table class="data" style="height: 249px; width: 100%;" width="100%" bgcolor="#f0f0f0"> <tbody> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>Journal title</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong>Jurnal Desiminasi Teknologi</strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>Initials</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong>Destek</strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>ISSN Online</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong>2503 5398</strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>ISSN Print</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong>2303 212X</strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>Frequency</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong>2 issues per year (January, July)</strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>DOI</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong>10.52333</strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 33px;" width="30%"><strong>Publisher</strong></td> <td style="height: 33px;" width="80%"><strong>Fakultas Teknik Universitas Tridinanti </strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 28px;" width="30%"><strong>Subject Areas</strong></td> <td style="height: 28px;" width="80%"><strong>Engineering</strong></td> </tr> <tr style="height: 28px;" valign="top"> <td style="height: 20px;" width="30%"><strong>Citation Analysis</strong></td> <td style="height: 20px;" width="80%"><strong>Google Scholar | Dimension |DOAJ | Others</strong></td> </tr> </tbody> </table> <p>Destek : Journal of Dissemination of Technology is a journal that contains articles and scientific work as a result of research by lecturers and or students of the Faculty of Engineering which is published periodically 2 (two) times per year by the Faculty of Engineering, University of Tridinanti.</p> <div id="tabs-1"> </div>https://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Desiminasi/article/view/1705KENYAMANAN TERMAL RUANG DALAM RUMAH TRADISIONAL ULU KOMERING DI KABUPATEN OKU TIMUR, SUMATERA SELATAN PADA IKLIM TROPIS LEMBAB2025-12-31T09:31:50+07:00Zulfikriramadisumafra77@gmail.comRamadisu Mafraramadisumafra77@gmail.com<p>Kenyamanan termal merupakan salah satu indikator utama kualitas lingkungan binaan yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan kesejahteraan penghuni, khususnya pada bangunan berpenghawaan alami di wilayah beriklim tropis lembap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kenyamanan termal ruang dalam rumah tradisional Ulu Komering di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengukuran lapangan terhadap parameter suhu udara, kelembaban relatif, dan kecepatan angin pada tiga periode waktu, yaitu pagi (07.00–09.00 WIB), siang (12.00–14.00 WIB), dan sore (16.00–18.00 WIB). Data dianalisis secara deskriptif-kuantitatif dan dibandingkan dengan standar SNI 03-6572-2001 serta klasifikasi Temperatur Efektif (TE) untuk menentukan zona kenyamanan termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode pagi dan sore, sebagian besar ruang berada pada zona hangat nyaman secara adaptif, sedangkan pada periode siang seluruh ruang masuk dalam zona hangat–panas dan tidak nyaman secara normatif. Meskipun demikian, rumah tradisional Ulu Komering tetap menunjukkan kinerja kenyamanan termal pasif yang cukup baik melalui mekanisme ventilasi alami dan pelepasan panas bangunan. Temuan ini memperkuat peran arsitektur vernakular sebagai model desain adaptif yang responsif terhadap iklim tropis lembab.</p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Zulfikri, Ramadisu Mafrahttps://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Desiminasi/article/view/1704ANALISIS ALIRAN DAYA DAN HUBUNG SINGKAT PADA JARINGAN TRANSMISI 70KV DI PT.PLN (PERSERO) WS2JB PALEMBANG2025-12-30T10:18:50+07:00Thriska Dewi Umi Rasydathriskadewi@univ-tridinanti.ac.idAlisha Gita Gumilangthriskadewi@univ-tridinanti.ac.id<p>Suatu sistem tenaga listrik berperan untuk menyalurkan energi listrik yang dibangkitkan oleh generator ke konsumen-konsumen yang membutuhkan energi listrik tersebut. Salah satu tindakan pengamanan pada suatu sistem tenaga listrik yang diperlukan yaitu menjaga agar jaringan transmisi dan distribusi tidak mengalami pembebanan lebih bila terdapat satu atau beberapa elemen dari sistem tersebut mengalami gangguan. Untuk menjaga agar sistem tenaga tetap aman beroperasi walaupun terdapat satu atau beberapa elemennya mengalami gangguan diperlukan suatu analisa sistem tenaga. Hasil studi aliran daya dengan ETAP <em>(Electrical Transient Analysis Program)</em> pada jaringan 70 kV PLN WS2JB Palembang secara umum masih tetap aman. Dari hasil perhitungan didapat nilai arus terbesar 336A pada saluran 1-7 dan terjadi gangguan pada kondisi saluran 1-4. Untuk gangguan tiga fasa arus terbesar terjadi saat ada gangguan di bus 1 yaitu sebesar 9,938 kA. Untuk gangguan satu fasa ke tanah arus terbesar terjadi saat ada gangguan di bus 2 yaitu sebesar 3,780 kA</p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Thriska Dewi Umi Rasyda, Alisha Gita Gumilanghttps://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Desiminasi/article/view/1702EKSPERIMENTAL BAHAN BAKAR BIOPELET DENGAN MENGGUNAKAN KOMPOR BIOMASSA SEBAGAI SUMBER BAHAN BAKAR TERBARUKAN2025-12-30T10:04:16+07:00Efdias Gestio Ambararitamv@gmail.comMuhammad Lazimritamv@gmail.comRita Maria Veranikaritamv@gmail.comMartin Luther Kingritamv@gmail.com<p>Biomassa merupakan sumber energi yang berasal dari siklus biologis. Salah satu bentuk biomassa yang semakin populer adalah biopelet, yaitu bahan bakar terbarukan yang terbuat dari limbah biomassa yang diproses menjadi pelet. Penelitian ini menggunakan kompor biomassa dan bahan bakar biopelet untuk mendukung teknologi yang lebih ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisa proksimat, nilai kalor, efisiensi energi, serta karakteristik pembakaran dari empat jenis biopelet menggunakan kompor biomassa. Metode penelitian meliputi proses pembuatan biopelet dengan komposisi bahan masing-masing biomassa 500 g, tepung sagu 500 g, dan air 1 liter, serta dilakukan eksperimen langsung untuk mengumpulkan data. Tahap pengujian biopelet meliputi pengujian proksimat di laboratorium dan uji pembakaran menggunakan kompor biomassa dengan mendidihkan 1 liter air, dengan mengukur temperatur air, waktu pembakaran, dan sisa bahan bakar. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan nilai tertinggi pada biopelet campuran dengan kadar kalor (HHV) sebesar 6382.63 cal/g, kadar air 10.71%, kadar abu 4.03%, kadar zat terbang 72.27%, dan kadar karbon terikat 13.01%, serta efisiensi termal 10.54%, kalor serap air 308.067 kJ, laju konsumsi bahan bakar 3.4 kg/jam, dan efisiensi pembakaran 5.6%. Efisiensi dan nilai kalor yang tinggi sangat berpengaruh terhadap proses pembakaran.</p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Efdias Gestio Ambara, Muhammad Lazim, Rita Maria Veranika, Martin Luther Kinghttps://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Desiminasi/article/view/1418PENINGKATAN KUALITAS PRODUK FILTER UDARA INDUSTRI MELALUI PENERAPAN METODE SIX SIGMA DAN KAIZEN2025-12-29T10:22:38+07:00Achmad Fahmi Fasihuddinfahmiachmad960@gmail.comEvi Yuliawatieviyulia103@itats.ac.id<p>Di tengah era globalisasi, perusahaan dituntut menjaga daya saing melalui produk berkualitas. CV. XYZ sebagai produsen filter udara industri menghadapi tantangan berupa cacat visual seperti sambungan frame tidak rapat, lem tidak rapi, kertas kotor, dan lipatan tidak standar. Data Oktober 2024–Maret 2025 menunjukkan persentase cacat pada periode tersebut mencapai 12%, melebihi standar 10%, dengan cacat “sambungan frame tidak rapat” sebagai yang paling dominan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas produk melalui metode Six Sigma dengan pendekatan DMAIC serta perbaikan berkelanjutan menggunakan Kaizen. Hasil analisis menunjukkan nilai sigma awal 3,4 dengan DPMO sebesar 26.887. Penyebab utama cacat adalah metode kerja yang belum distandarkan. Usulan perbaikan berupa SOP pemotongan dan perakitan, penggunaan jig, serta pelatihan operator. Diharapkan, setelah implementasi, nilai sigma meningkat dan jumlah cacat menurun.</p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Achmad Fahmi Fasihuddin, Evi Yuliawatihttps://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Desiminasi/article/view/1711PENDEKATAN PERANCANGAN SMART BUILDING PADA MILLENIAL CREATIVE HUB DI PALEMBANG2026-01-17T08:40:32+07:00Irma Indrianiirma_indriani@univ-tridinanti.ac.idM. Septianirmaaadani@gmail.com<p><strong>Abstrak: </strong>Potensi industri kreatif kota Palembang membutuhkan fasilitas terpusat yang dapat mendukung kegiatan para pelaku di bidang ini. Generasi milenial memainkan peranan penting dibidang industri kreatif dan memiliki kemampuan untuk membawa Kota Palembang ke arah yang lebih maju dan dinamis. Arsitektur <em>smart</em> <em>building</em> merupakan pendekatan arsitektur yang paling tepat karena bangunan dilengkapi dengan teknologi inovatif seperti teknologi kecerdasan buatan dan <em>Internet of Things</em> (IoT) yang semakin hari semakin berkembang dan banyak melakukan inovasi dibidang teknologi khususnya arsitektur. Konsep perancangan ini menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan instruksi pemograman yang menghasilkan interaksi ke sesama perangkat yang terhubung secara dinamis tanpa adanya intervansi pengguna. IoT akan mencakup sistem utilitas, penghawaan, suhu dan kelembapan, pencahayaan, penggunaan energi dalam bangunan, sistem keamanan pada bangunan. Perancangan <em>millenial creative hub</em> ini diharapkan dapat mewadahi kegiatan industri kreatif di Palembang dengan memberikan fasilitas yang dapat mendukung potensi industri kreatif.</p> <p> </p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Irma Indriani, M. Septianhttps://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Desiminasi/article/view/1697ANALISIS LINE BALANCING PADA LINTASAN PRODUKSI PT. X DENGAN RANKED POSITIONAL WEIGHT (RPW)2025-12-29T10:18:41+07:00Maria Puspita Saripuspitamaria20@gmail.comVika Indrianapuspitamaria20@gmail.comSupraptopuspitamaria20@gmail.com<p>Line balancing adalah metode penugasan sejumlah pekerjaan kedalam stasiun-stasiun kerja yang saling berkaitan dalam suatu lintasan produksi untuk meminimumkan ketidakseimbangan waktu antar stasiun kerja. PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri garment. Penelitian ini difokuskan pada satu line yang mengerjakan jenis pants, dengan 7 pembagian stasiun kerja. Pada saat proses produksi berlangsung terdapat stasiun kerja yang terjadi kesibukan sehingga mengakibatkan bottleneck, yaitu pada stasiun kerja 6. Dalam penelitian ini digunakan pemecahan masalah dengan metode Ranked Positional Weight (RPW) yaitu memaksimalkan efisiensi dari lintasan produksi yang ada dengan menghasilkan perubahan jumlah stasiun kerja dari 7 stasiun kerja menjadi 6 stasiun kerja. Nilai Idle Time menurun 89 detik dari sebelumnya 190 detik menjadi 176 detik, nilai Balance Delay menurun menjadi 12,71% atau mengalami penurunan sebesar 2,20% dari 14,91%, sedangkan nilai Efisiensi Lintasan produksi meningkat 2,83% menjadi 87,92% dari 85,09%.</p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Maria Puspita Sari, Vika Indriana, Supraptohttps://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Desiminasi/article/view/1703ANALISIS SISTEM PROTEKSI PETIR EKSTERNAL PADA TANGKI K20 PT. KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL REFINERY UNIT III PLAJU2025-12-30T10:19:51+07:00M. Rezky MunandarLetifashintawaty1962@gmail.comLetifa ShintawatyLetifashintawaty1962@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis sistem proteksi petir eksternal pada tangki K20 PT. Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju dengan diamter tanki 60,7m dan tinggi 26,88m, di Sumatera Selatan yang dikenal memiliki intensitas sambaran petir tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem proteksi petir eksternal menggunakan metode bola bergulir rolling sphere dengan diameter 20m guna menentukan kebutuhan air termination dan down conductor. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melakukan pemodelan rangkaian ekivalen dengan komponen RLC untuk dianalisis menggunakan perangkat lunak ATP – Draw. Dari perancangan yang dilakukan, diperoleh kebutuhan lima buah air termination tipe franklin rod sepanjang 50 cm dan 8 buah down conductor dengan bahan kbc dan 1 buah grounding rod dengan diameter 16mm di tanam ke bawah tanah sedalam 3m untuk memberikan perlindungan menyeluruh pada tangki. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan sambaran petir sebesar 160 MV pada air termination berhasil diredam menjadi sekitar 3,5 MV pada grounding rod, dengan arus sambaran yang mengalir melalui sistem proteksi tercatat sebesar 30 kA dengan menggunakan arus heidler. Dengan demikian, sistem proteksi petir eksternal yang dirancang telah memenuhi standar IEC 62305 untuk level proteksi 1, dan diharapkan dapat meminimalkan risiko kerusakan akibat sambaran petir pada tangki penyimpanan bahan bakar tersebut.</p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 M. Rezky Munandar, Letifa Shintawatyhttps://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Desiminasi/article/view/1710OPTIMASI MANAJEMEN WAKTU DENGAN METODE PRECEDENCE DIAGRAM METHOD (PDM) PADA PROYEK PEMBANGUNAN PASAR RAKYAT KOTA MUARA ENIM2026-01-06T11:29:53+07:00Tolu TamalikaTmalika@univ-tridinanti.ac.idAzhariTmalika@univ-tridinanti.ac.idHermantohermanto_emzed@univ-tridinanti.ac.idM. Nefo AlamsyahTmalika@univ-tridinanti.ac.idTogar P.O.S.Tmalika@univ-tridinanti.ac.id<p>Manajemen waktu yang efektif merupakan faktor penentu keberhasilan proyek konstruksi. Penelitian ini mengaplikasikan Precedence Diagram Method (PDM) untuk melakukan penjadwalan dan analisis jalur kritis pada Proyek Pembangunan Pasar Rakyat Kota Muara Enim. PDM dipilih karena kemampuannya memodelkan ketergantungan logis antar aktivitas yang kompleks dan paralel secara lebih ringkas tanpa memerlukan aktivitas dummy. Berdasarkan data kuantitatif dari dokumen lelang dan laporan kemajuan proyek, dilakukan perhitungan forward dan backward pass untuk menentukan earliest start, latest finish, dan float setiap aktivitas. Hasil analisis mengidentifikasi total durasi proyek selama 25 minggu dan menemukan sembilan aktivitas kritis (B, D, F, K, O, P, Q, R, S) yang membentuk jalur kritis. Temuan ini mengonfirmasi bahwa, meskipun menghasilkan durasi proyek yang sama dengan metode Barchart konvensional, PDM memberikan keunggulan signifikan dalam memvisualisasikan dan menganalisis jalur kritis. Identifikasi ini menjadi alat pengendalian vital bagi manajer proyek untuk memprioritaskan pengawasan dan mengantisipasi potensi keterlambatan. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan PDM memberikan kerangka penjadwalan yang lebih bernuansa dan strategis untuk optimasi waktu dalam manajemen proyek konstruksi.</p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Tolu Tamalika, Azhari, Hermanto, M. Nefo Alamsyah, Togar P.O.S.https://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Desiminasi/article/view/1724ANALISIS KELAS MASSA BATUAN TERHADAP FRAGMENTASI HASIL PELEDAKAN MENGGUNAKAN SPLITDEKSTOP2026-02-05T11:05:29+07:00Aprillianaaprilliana@univ-tridinanti.ac.idDania Rizkieaprilliana@univ-tridinanti.ac.idDwi Wahyu Hardiyantoaprilliana@univ-tridinanti.ac.id<p><em>Rock Mass Rating</em> (RMR) berfungsi sebagai metode evaluasi untuk menentukan karakteristik dan kelas massa batuan. Sistem klasifikasi ini didasarkan pada lima parameter utama: kuat tekan batuan, <em>Rock Quality Designation</em> (RQD), jarak diskontinuitas, kondisi diskontinuitas, serta kondisi air tanah. Hasil klasifikasi RMR kemudian digunakan sebagai acuan dalam menganalisis fragmentasi akibat aktivitas peledakan. Berdasarkan pengujian laboratorium dan observasi lapangan, kualitas peledakan saat ini dinilai sangat baik karena tidak ditemukan adanya <em>boulder</em> (bongkahan batuan besar). Pada dasarnya, variasi ukuran fragmentasi tidak akan menghambat produktivitas operasional, asalkan material hasil peledakan tersebut memiliki dimensi yang sesuai untuk dimuat ke dalam <em>bucket</em> alat gali muat yang digunakan.</p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Aprilliana, Dania Rizkie, Dwi Wahyu Hardiyantohttps://ejournal.univ-tridinanti.ac.id/index.php/Desiminasi/article/view/1730PENGARUH KETIDAK-SEIMBANGAN DAYA REAKTIF TERHADAP KINERJA GENERATOR DI STASIUN SUMPAL MEDCO ENERGI 2026-02-10T09:53:03+07:00Yasin Ardaisiardaisi@gmail.com<p>Daya reaktif merupakan komponen dari daya listrik yang berfungsi untuk mengimbangi daya aktif, sehingga menjaga tegangan dan arus listrik tetap stabil. Selain itu, daya reaktif juga dapat mempengaruhi efisiensi dan performa sistem generator secara keseluruhan. Generator sinkron adalah sebuah mesin yang berfungsi mengubah energi mekanis menjadi energi listrik bolak balik pada tegangan dan frekuensi tertentu. Dengan cara memparalelkan generator satu dengan lainnya adalah cara untuk meningkatkan kapasitas selain itu, memparalelkan generator juga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi <em>downtime</em> yang disebabkan oleh pemadaman listrik. Generator sinkron tiga phasa memiliki 2 jenis eksitasi yaitu eksitasi sendiri dan eksitasi terpisah, sistem eksitasi ini akan menentukan besarnya VAR yang akan diserap oleh generator pada saat bekerja secara paralel. Pada penelitian ini penulis mengakaji pengaruh beban reaktif pada unit generator di statsiun sumpal medco energi. Dimana pada saat 3 unit generator bekerja secara paralel dengan mode auto sahre maka salah satu unit generator 403 beban reaktif yang diserap adalah kurang lebih 49,76 % berbeda jauh dengan 2 unit yang lainnya yang hanya menyerap di kisaran 25% masing-masing. Dari perhitungan dan analisa didapat nilai eksitasi unit 403 adalah 12% denga GGL yang dibangkitkan sebesar 451 volt, sedangkan 2 unit lainnya eksitasi yang diberikan hanya 6% dan GGL yang dibangkitkan sebsear 425 volt pada masing-masing generator. Untuk mendapatkan pembagian beban reaktif/KVAR yang seimbang maka masing-masing eksitasi unit adalah 8% denga GGL yang dibangkitkan sebesar 434 volt.</p>2026-01-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yasin Ardaisi